Press "Enter" to skip to content

Penyakit Fibrocystic Payudara

Penyakit Fibrocystic Payudara – Penyakit fibrocystic payudara, biasa disebut perubahan fibrokistik, adalah kondisi benjolan jinak (bukan kanker) di mana payudara terasa keras / kenyal. fibrocystic payudara tidak berbahaya tetapi juga bisa berbahaya. Kondisi ini dapat mengganggu atau membuat tidak nyaman bagi sebagian wanita.

Penyakit Fibrocystic Payudara

Menurut Mayo Clinic, lebih dari separuh wanita dapat mengembangkan penyakit fibrocystic payudara di beberapa titik dalam kehidupan mereka. Banyak wanita dengan fibrocystic payudara tidak akan memiliki gejala yang jelas terkait kondisi tersebut.

Apa saja gejala penyakit fibrocystic payudara?

Jika Anda memiliki penyakit fibrocystic payudara, Anda mungkin mengalami gejala berikut:

  • pembengkakan pada payudara
  • payudara terasa lebih lembut
  • terkadang bisa mengalami rasa sakit di payudara
  • penebalan/pengerasan jaringan atau lapisan payudara
  • benjolan di salah satu atau kedua payudara

Anda mungkin memiliki lebih banyak pembengkakan atau benjolan hanya di satu payudara. Gejala-gejala mungkin akan lebih buruk tepat sebelum menstruasi / haid karena terjadi perubahan hormon.

Anda mungkin juga mengalami rasa sakit di bawah lengan atau ketiak Anda. Beberapa wanita mungkin akan mengalami keluarnya cairan berwarna hijau atau coklat gelap dari putingnya. Jika kondisi ini sudah terjadi, Anda harus segera mengunjugi dokter dan lakukan pemeriksaan.

Apa yang menyebabkan penyakit fibrocystic payudara?

Jaringan payudara akan berubah sebagai respons terhadap hormon yang dibuat oleh indung telur. Jika Anda memiliki fibrocystic payudara, Anda mungkin akan mengalami perubahan yang signifikan dalam menanggapi hormon-hormon ini. Kondisi ini dapat menyebabkan benjolan payudara, membengkak dan nyeri.

Gejala paling umum dirasakan sebelum atau selama haid. Anda dapat mengembangkan benjolan di payudara Anda yang disebabkan oleh kista dan pembengkakan lobulus payudara, kelenjar penghasil susu. Anda mungkin juga merasakan penebalan jaringan / lapisan di payudara yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan fibrosa yang berlebihan.

Siapa yang bisa mendapatkan penyakit fibrocystic payudara?

Setiap wanita bisa terkena penyakit payudara fibrokistik, tetapi kondisi ini paling sering terjadi pada wanita di usia 30 hingga 50 tahun.

Penyakit fibrocystic payudara dan kanker

Penyakit fibrocystic payudara tidak selalu meningkatkan risiko terkena kanker, tetapi perubahan pada payudara dapat mempersulit Anda atau dokter untuk mengidentifikasi benjolan yang berpotensi kanker selama pemeriksaan payudara dan mammogram.

The Preventive Services Task Force AS merekomendasikan bahwa wanita berusia antara 50 dan 74 tahun harus melakukan mammogram setiap dua tahun. The National Cancer Institute (NCI) juga mencatat bahwa pemeriksaan payudara sendiri secara teratur dapat membantu untuk mencegah masalah payudara secara dini.

Bagaimana penyakit payudara fibrokistik didiagnosis?

Dokter akan mendiagnosa penyakit fibrocystic payudara dengan melakukan pemeriksaan payudara secara fisik.

Mungkin dokter juga akan merekomendasikan mammogram, ultrasound, atau MRI untuk mendapatkan gambar perubahan tampilan di payudara. Mamogram digital juga dapat direkomendasikan untuk wanita dengan fibrocystic payudara, karena teknologi ini memungkinkan untuk imaging / pencitraan payudara yang lebih akurat.

Dalam beberapa kasus, USG juga dapat membantu membedakan jaringan payudara normal dengan kelainan. Jika dokter Anda khawatir tentang munculnya kista atau temuan lain di payudara Anda, mereka mungkin merekomendasikan biopsi untuk melihat apakah itu kanker atau bukan.

Biopsi ini biasanya dilakukan dengan menggunakan jarum halus. Ini adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat cairan atau jaringan menggunakan jarum kecil.

Bagaimana penyakit payudara fibrokistik dirawat?

Sebagian besar wanita yang menderita penyakit fibrocystic payudara tidak memerlukan perawatan invasif. Perawatan di rumah biasanya cukup untuk menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang terjadi.

Obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti ibuprofen (Advil) dan acetaminophen (Tylenol) biasanya efektif untuk meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Untuk mendukung mengurangi rasa nyeri, cobalah Anda gunakan bra yang pas dan mendukung, sesuai dengan bentuk dan ukuran payudara Anda.

Beberapa wanita menemukan bahwa menerapkan kompres hangat atau dingin dapat meredakan gejala atau rasa sakit yang dialami. Coba gunakan kompres hangat atau es menggunakan kain yang nantinya bisa di tempelkan ke payudara dan rasakan mana yang paling cocok dan efektif meredakan sakit Anda.

Perubahan pola makan

Beberapa orang menemukan bahwa membatasi asupan kafein, mengonsumsi makanan rendah lemak, atau mengonsumsi suplemen asam lemak esensial akan mengurangi gejala penyakit fibrocystic payudara.

Namun, tidak ada penelitian terkontrol yang menunjukkan bahwa perubahan pola makan ini efektif untuk meredakan gejala.

Kapan Anda harus menghubungi dokter Anda

Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami salah satu gejala berikut. Kondisi ini mungkin dapat menjadi tanda-tanda kanker payudara:

  • Benjolan baru atau tidak biasa di payudara
  • Kemerahan atau kerutan pada kulit payudara
  • Keluar cairan dari puting, terutama jika cairan berwarna gelap, merah, atau berdarah
  • Sebuah indentasi atau perataan puting

Itulah informasi seputar Penyakit Fibrocystic Payudara yang bisa Kami sajikan, semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu Anda. Terimakasih 🙂

Sumber : www.healthline.com

www.spirulinakapsul.web.id | Penyakit Fibrocystic Payudara

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *